Tidak, Anda tidak boleh mengonsumsi satu gram protein per pon berat badan.
Meskipun karbohidrat dan lemak sering (secara keliru) dituduh sebagai makro “tidak sehat”, protein tampaknya menjadi sumber kebingungan yang tak ada habisnya. Berapa banyak protein yang seharusnya Anda konsumsi? Jenis protein apa yang terbaik? Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi protein? Saatnya untuk mematahkan beberapa mitos dan meluruskan mitos-mitos protein yang paling umum.
Mitos: Anda Perlu Mengonsumsi 1 Gram Protein Per Pon Berat Badan
Rekomendasi dasar untuk orang dewasa yang sehat adalah 0,8 gram per kilogram berat badan, yang setara dengan sekitar 55 gram untuk orang dengan berat 150 pon (68 kg). Kebutuhan protein bervariasi untuk berbagai populasi seperti anak-anak yang sedang tumbuh, ibu hamil, dan atlet kompetitif. Untuk mendukung kebutuhan pertumbuhan dan olahraga, kebutuhan protein mungkin mendekati 1,2 hingga 1,8 gram per kilogram berat badan (82 hingga 123 gram untuk orang dengan berat 75 kg), tetapi peningkatan ini harus dipantau oleh ahli gizi terdaftar (RDN) untuk membantu menentukan jumlah yang tepat dan sumber terbaik.
Mitos: Mustahil Mengonsumsi Protein Terlalu Banyak
Mitos beredar bahwa protein berlebih “tidak dapat diserap”, tetapi fisiologi Anda tidak bekerja seperti itu. Faktanya, jika Anda tidak menyerap protein, akan ada masalah dalam menyerap makronutrien lainnya juga. Namun, mengonsumsi protein dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan yang disarankan dapat menyebabkan sakit perut dan juga berarti Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi seimbang yang ditemukan dalam karbohidrat dan lemak. Penelitian terus menyelidiki dampak diet tinggi protein terhadap kesehatan ginjal, sehingga mereka yang memiliki penyakit ginjal dan faktor risiko masalah ginjal (seperti diabetes tipe 2) sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan kebutuhan protein dengan lebih baik.
Mitos: Anda Harus Makan Protein Sebelum Olahraga
Makanan kaya protein lambat dicerna, yang sangat baik untuk melawan rasa lapar di antara waktu makan, tetapi bukan pilihan ideal sebelum berolahraga karena dapat menyebabkan sakit perut selama latihan. Untuk memenuhi kebutuhan protein Anda tanpa mengganggu latihan, konsumsilah makanan kaya protein dalam jumlah sedang di setiap waktu makan dan camilan, kecuali sebelum berolahraga.
Mitos: Protein Hewani Lebih Baik daripada Protein Nabati
Protein hewani berbeda, bukan lebih baik. Sumber protein hewani mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, sementara protein nabati kekurangan satu atau lebih. Protein nabati kaya akan serat dan nutrisi lain yang tidak dimiliki sumber hewani. Mengonsumsi beragam sumber nabati dan hewani adalah cara ideal untuk mengoptimalkan asupan Anda.
Mitos: Anda Tidak Dapat Memenuhi Kebutuhan Protein Anda dengan Pola Makan Vegan
Salah satu kebohongan terbesar tentang protein adalah Anda tidak akan mendapatkan cukup protein dengan pola makan vegan. Memprioritaskan semua asam amino esensial memang penting, tetapi pola makan yang kaya biji-bijian utuh, polong-polongan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk kedelai membuat pemenuhan asam amino esensial tersebut sangat mudah dicapai. Dan seperti halnya makanan hewani, mengonsumsi sumber protein vegan sepanjang hari bermanfaat untuk mengendalikan nafsu makan dan mengoptimalkan latihan.
Baca juga artikel: Palmeiras vs Vitoria: Misi 3 Poin Alviverde



