Dan apakah Anda bisa menggunakannya secara bergantian?
Minyak goreng ini terlihat serupa, tetapi ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Berikut adalah semua yang perlu Anda ketahui tentang minyak canola dan minyak sayur, termasuk apakah Anda bisa menggunakannya secara bergantian.
Apa Itu Minyak Canola? Dan Dari Apa Minyak Canola Dibuat?
Juga dikenal sebagai minyak rapeseed, minyak canola adalah jenis minyak sayur yang dibuat dari tanaman rapeseed yang memiliki rasa netral dan titik asap tinggi sebesar 400 derajat F. Minyak canola diciptakan pada tahun 1970-an di Kanada, yang merupakan produsen utama rapeseed. Canola dikembangkan sebagai versi yang dapat dimakan dari tanaman rapeseed. Canola adalah singkatan dari “Canadian Oil Low Acid.”
Apakah Minyak Canola Buruk untuk Kesehatan?
“Tidak, minyak canola tidak buruk untuk kesehatan,” kata Toby Amidor, MS, RD, CDN, FAND, ahli gizi pemenang penghargaan dan penulis bestseller Wall Street Journal, Up Your Veggies: Flexitarian Recipes for the Whole Family. “Minyak canola dikategorikan sebagai lemak tak jenuh tunggal yang telah terbukti membantu mengurangi risiko penyakit jantung.” Selain itu, katanya, rasa yang lembut dan titik asap yang tinggi pada canola membuatnya cocok untuk metode memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng, serta dalam kue dan roti.
“Semua minyak, termasuk minyak canola, mengandung 120 kalori dan 14 gram lemak total per sendok makan,” tambahnya. “Minyak ini juga mengandung 21% asam lemak omega-6 dan 11% asam lemak omega-3. Semua minyak nabati terbuat dari kombinasi lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, dan lemak jenuh.”
Mengapa Minyak Canola Dilarang di Eropa?
“Kekhawatiran di Eropa terkait minyak canola disebabkan oleh kandungan asam erukat dalam minyak canola. Penelitian menunjukkan bahwa asam erukat, yang merupakan senyawa yang terdapat dalam minyak canola, berpotensi memiliki efek berbahaya,” jelas Amidor. “Eropa memiliki standar yang lebih ketat terkait jumlah asam erukat dalam minyak, sehingga minyak canola dilarang. Di negara lain, kadar asam erukat dalam minyak canola memenuhi pedoman mereka—hanya saja Eropa memiliki pedoman yang lebih ketat.”
Alternatif Minyak Canola
Untuk alternatif minyak canola, carilah minyak netral lainnya seperti minyak biji anggur, minyak bunga matahari, minyak yang diekstraksi dengan tekanan, atau minyak sayur serbaguna berkualitas tinggi.
Apa Itu Minyak Sayur?
Minyak nabati adalah jenis minyak goreng yang dibuat dari tumbuhan atau biji-bijian. Minyak nabati memiliki rasa netral dan titik asap tinggi, sekitar 400 derajat F. Jenis-jenis minyak nabati meliputi minyak canola, kedelai, zaitun, alpukat, kelapa, atau bunga matahari. Minyak nabati serbaguna, seperti kebanyakan yang dijual di toko kelontong, umumnya terbuat dari minyak kedelai atau jagung, atau kombinasi keduanya.
Apa yang Dapat Menggantikan Minyak Sayur
Anda dapat menggantikan minyak sayur dengan minyak nabati lain seperti minyak canola, minyak biji anggur, minyak bunga matahari, minyak alpukat, atau minyak jagung. Dalam pembuatan kue, Anda dapat menggantikan minyak sayur dengan saus apel atau pisang yang dihancurkan. Untuk menggoreng, minyak kacang tanah dapat digunakan sebagai pengganti minyak sayur. Untuk menumis, minyak zaitun ringan, mentega, atau ghee dapat digunakan sebagai pengganti minyak sayur. Amidor mencatat bahwa minyak alpukat dapat memberikan warna hijau muda pada hidangan Anda, yang dapat menjadi masalah visual dalam pemanggangan, dan bahkan minyak zaitun ringan memberikan rasa yang lebih kuat daripada minyak sayur.
Canola vs. Minyak Sayur
Canola dan minyak sayur adalah dua jenis minyak nabati yang umum digunakan dalam memasak, keduanya memiliki titik asap tinggi, tetapi bahan dasar, penampilan, dan nilai gizi mereka berbeda.
Bahan dasar. Minyak canola berasal dari tanaman rapeseed, sedangkan minyak sayur dibuat dari tanaman atau biji-bijian.
Komposisi. Minyak canola dibuat dari satu jenis tanaman, sedangkan minyak sayur dapat dibuat dari satu tanaman atau biji, atau kombinasi minyak nabati.
Penampilan. Minyak canola dan sebagian besar minyak sayur yang dijual di toko kelontong berwarna kuning pucat, tetapi karena komposisi minyak sayur dapat bervariasi, minyak sayur dapat memiliki warna yang berbeda-beda, mulai dari emas, kuning, hingga hijau.
Gizi. Amidor mengatakan bahwa semua minyak nabati terbuat dari kombinasi lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, dan lemak jenuh, tetapi minyak canola dianggap sebagai lemak tak jenuh tunggal. Tergantung pada komposisi minyak nabati, klasifikasinya dapat berbeda. Minyak canola mengandung 21% asam lemak omega-6 dan 11% asam lemak omega-3, sehingga dapat dianggap lebih sehat daripada minyak nabati lainnya.
Apakah Penting Menggunakan Minyak Canola atau Minyak Nabati?
Anda dapat menggunakan minyak canola dan minyak nabati secara bergantian. Minyak canola dan minyak nabati keduanya merupakan minyak netral dengan titik asap tinggi, sehingga cocok untuk memanggang, menggoreng, dan menumis. Perlu diingat bahwa komposisi sebagian besar minyak nabati yang dijual di toko dapat bervariasi tergantung produsen, tetapi hal ini tidak seharusnya memengaruhi rasa atau tekstur resep Anda.
Baca juga artikel: Arsenal vs Liverpool, Pertarungan Gengsi Dua Raksasa Inggris



