Sebagian besar orang Amerika memenuhi jumlah protein harian yang direkomendasikan. Namun, sebagian besar dari kita mendapatkan terlalu banyak protein dari daging, unggas, dan telur.
Banyak orang khawatir tentang mendapatkan lebih banyak protein dalam diet mereka. Namun, menurut pedoman diet 2020-2025 untuk orang Amerika, sebagian besar dari kita mendekati jumlah target protein yang direkomendasikan. Namun, banyak orang Amerika tidak memenuhi jumlah protein yang direkomendasikan dari kelompok protein tertentu. Artinya, mendapatkan cukup protein bukanlah masalah; masalahnya adalah mendapatkan protein dari berbagai sumber.
Di sini, kami menjelaskan apa saja kelompok protein tersebut, dan jenis protein apa yang banyak orang Amerika tidak cukup konsumsinya.
Apa Saja Tiga Subkelompok Protein?
Pedoman gizi untuk orang Amerika mengidentifikasi tiga subkelompok protein. Disarankan untuk mendapatkan cukup protein dari setiap subkelompok agar tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Anda sebaiknya mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran, dan hal yang sama berlaku untuk protein — Anda ingin mendapatkan variasi setiap hari. Berikut ini penjelasan lebih rinci tentang masing-masing subkelompok.
Daging, Unggas, dan Telur: Daging meliputi daging sapi, domba, babi, kambing, dan daging buruan (bison, rusa, moose, elk), sementara unggas meliputi ayam, ayam Cornish, bebek, kalkun, angsa, dan burung buruan (burung unta, burung pheasant, burung quail). Telur meliputi telur ayam, yang paling populer, tetapi juga dapat mencakup telur burung lain. Pedoman gizi merekomendasikan agar makanan ini berasal dari sumber segar, beku, atau kalengan, dan daging serta unggas sebaiknya rendah lemak atau rendah lemak jenuh untuk mengontrol kandungan lemak jenuh.
Makanan laut: Kelompok ini mencakup ikan bersirip dan kerang seperti tiram, kerang, dan udang. Kelompok ini menyediakan asam lemak bermanfaat seperti EPA (asam eikosapentaenoat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat) dari ikan seperti salmon, tuna, dan sarden yang kaya akan lemak tak jenuh ganda sehat.
Pedoman Diet USDA untuk Amerika merekomendasikan setidaknya delapan ons seafood per minggu berdasarkan diet 2.000 kalori. Saat hamil atau menyusui, wanita dapat memperoleh manfaat dari delapan hingga 12 ons per minggu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) merekomendasikan agar wanita yang berpotensi hamil, hamil, atau menyusui, serta anak-anak kecil, mengonsumsi pilihan seafood yang rendah metilmerkuri. Contoh seafood yang rendah metilmerkuri meliputi anchovies, black sea bass, catfish, clams, cod, crab, crawfish, flounder, haddock, hake, herring, lobster, mullet, oyster, perch, pollock, salmon, sardine, scallop, shrimp, sole, squid, tilapia, dan trout air tawar. tuna ringan dan ikan putih.
Kacang-kacangan, Biji-bijian, dan Produk Kedelai: Kacang-kacangan dan biji-bijian meliputi kacang pohon, kacang tanah, selai kacang, biji-bijian, dan selai biji-bijian, sementara kedelai meliputi tahu, tempe, dan produk yang terbuat dari tepung kedelai, isolat protein kedelai, dan konsentrat kedelai.
Kacang-kacangan, kacang polong, dan lentil, serta susu dan produk susu juga menyediakan protein. Karena kacang-kacangan, kacang polong, dan lentil dapat dianggap sebagai sayuran atau protein dalam makanan Anda, mereka tidak dikategorikan sebagai kelompok protein secara khusus. Untuk susu dan produk susu, disarankan untuk mengonsumsi tiga porsi per hari dan dikategorikan sebagai kelompok tersendiri.
Jenis Protein Apa yang Sebaiknya Anda Konsumsi Lebih Banyak?
Sekitar 75 persen orang Amerika memenuhi atau melebihi jumlah yang direkomendasikan untuk daging, unggas, dan telur, menurut pedoman diet Amerika Serikat 2020-2025. Namun, hampir 90 persen tidak memenuhi jumlah yang direkomendasikan untuk seafood, dan lebih dari 50 persen tidak memenuhi jumlah yang direkomendasikan untuk kacang-kacangan, biji-bijian, dan kedelai.
Karena sebagian besar orang Amerika tidak memenuhi jumlah seafood yang direkomendasikan, penting untuk mencari cara untuk menambahkan seafood ke dalam diet Anda. Ikan kalengan adalah salah satu cara sederhana untuk dengan cepat menambahkan seafood ke dalam diet Anda. Ikan salmon, tuna, sarden, makarel, dan trout pelangi semuanya tersedia dalam kalengan. Taburkan ikan kalengan di atas salad, buat salad tuna atau salmon, nikmati sarden di atas crostini, atau tingkatkan roti alpukat Anda dengan berbagai jenis ikan kalengan. Anda juga dapat menemukan berbagai macam ikan segar dan beku di pasar lokal. Periksa pasar lokal Anda untuk fillet ikan beku porsi tunggal (seperti salmon) yang dapat Anda panaskan dan makan, atau porsi tunggal yang sudah dimasak yang dapat Anda sajikan dan makan.
Saat berbicara tentang kacang, biji-bijian, dan produk kedelai, Anda dapat dengan mudah membuat campuran kacang buatan sendiri, dan taburkan kacang atau biji-bijian cincang seperti chia atau bunga matahari di atas sereal panas atau salad.
Intinya: Perhatikan sumber protein Anda. Sebagian besar orang Amerika dapat menambahkan lebih banyak seafood, kacang, biji-bijian, dan tofu ke dalam menu rutin mereka. Hal ini dapat membantu menciptakan pola makan yang lebih seimbang dengan lebih banyak nutrisi untuk menjaga kesehatan Anda.
Baca juga artikel: Man City vs Newcastle: Ujian Berat Newcastle Di Etihad



